Kita tahu permasalahan impor beras kita begitu tinggi, impor tertinggi sepanjang sejarah 25 tahun, ini impor tertinggi kita untuk beras. Sudah impornya tinggi, harga berasnya (juga) tinggi.
Kita ingin melihat lebih dalam lagi nanti ada perubahan-perubahan peraturan yang bisa dilakukan agar Bulog bisa lebih fleksibel bisa lebih banyak juga menyerap gabah lokal, gabah petani.
Jaminan Ketersediaan Bahan Pokok Harus Dibarengi Stabilitas Harga
DPR RI mendorong pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif demi menekan harga kebutuhan pokok yang kian melambung tinggi.
Saya mengusulkan DPR membuat tim khusus untuk masalah perberasan nasional ini. Walaupun, informasi-informasi dari pemerintah ketersediaan (beras) itu ada tetapi apakah mencukupi dan harganya terjangkau oleh masyarakat khususnya beras medium.
Saya sarankan agar pemerintah ini fokus betul soal beras ini, tunda dulu proyek-proyek yang mercusuar itu (misalnya) mau selesaikan blok sekian IKN segala macam, itu hentikan dulu.
Kita menyayangkan pernyataan Presiden Jokowi yang tidak bisa memberi solusi atas kenaikan harga beras bahkan hanya menyalahkan perubahan cuaca, sehingga produksi berkurang dan harga beras menjadi naik.
Jangan hanya pasar modern yang mendapatkan gelontoran beras dari Bulog jika ingin harga beras turun. Pasar tradisional juga harus mendapatkan pasokan beras dari Bulog sebab panen dari petani saat ini jumlahnya masih terbatas.
Hadapi Ramadhan, Bulog: Ada 300 Ribu Ton Beras dari Thailand dan Pakistan