Abrams menegatakan, selama beberapa bulan ke depan ekspor minyak vital Venezuela akan turun di bawah satu juta barel per hari
Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh menyebut komentar Amerika Serikat pada harga minyak, telah menimbulkan ketegangan di pasar dunia
Harga minyak mentah Brent berada di angka US$67,15 per barel pada 01.26 GMT, delapan sen di bawah penutupan terakhir mereka.
Negara penghasil minyak ini menolak campur tangan asing dalam proses penyelidikan kasus yang menyita perhatian internasional tersebut.
Kesepakatan itu muncul setelah dua hari pembicaraan di Washington. AS di bawah Presiden Donald Trump telah berusaha untuk menjual lebih banyak produk energi ke India, pembeli minyak terbesar ketiga di dunia.
Pompeo mengatakan, minyak serpih dan gas alam AS yang baru ditemukan akan memperkuat kebijakan luar negeri.
Langkah ini bertujuan untuk menghukum apa yang Pompeo sebut sebagai `aktor jahat` di panggung dunia.
Afrika Selatan mengatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk mendukung Iran, meskipun ada kendala yang dihadapi oleh negara kaya minyak itu.
Trump keluar dari KTT kedua dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di ibu kota Vietnam pada 28 Februari, di mana kedua belah pihak memberikan pernyataan yang saling bertentangan.
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan rezim di Caracas memindahkan cabang perusahaan minyak milik negara, PDVSA ke Rusia.