Stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan menjadi hal yang terus diupayakan pemerintah dalam rangka menahan lonjakan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Pengadaan gula dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang biasanya mengalami peningkatan permintaan pada momentum HBKN, sementara musim giling tebu baru akan mulai sekitar Mei.
Komoditas ini pemenuhannya masih bergantung dari impor karena produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan nasional.
Berdasarkan Prognosa Neraca Pangan yang disusun Bapanas, stok awal gula nasional di Januari 2023 sebesar 1,1 juta ton, adapun kebutuhan gula nasional per bulan tercatat sebesar 283 ribu ton.
Akan tetapi, dia meminta agar semua pihak terus melakukan pengawalan dan mendistribusikannya ke seluruh pasar-pasar perkotaan Indonesia.
Strategi Kementan dalam menjamin ketersediaan bawang merah di pasar adalah menentukan daerah sentra produksi dan daerah sorted yang defisit komoditas tersebut.
Lonjakan permintaan dan konsumsi pada momen HBKN Ramadan dan Idulfitri berpotensi mendorong kenaikan harga pangan sehingga rentan mempengaruhi upaya pengendalian inflasi.
Produksi bawang merah tersebar di tiga kecamatan, yakni Imogiri, Sanden, dan Kretek.
Champion bawang merah Kabupaten Nganjuk rencana panen bawang merah sekitar 300 hektare sampai puasa
Pengadaan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi lonjakan permintaan HBKN Ramadan dan Idulfitri 2023.