Pihak berwenang mengatakan telah menyelesaikan persiapan operasional untuk secara bertahap mengangkat penangguhan yang diperkenalkan untuk mengatasi penyebaran virus corona.
Maskapai bendera Turki mengumumkan pada akhir April bahwa mereka menghentikan semua penerbangan hingga 28 Mei.
EasyJet mengakui bahwa serangan siber yang sangat canggih telah mempengaruhi sekitar sembilan juta pelanggan.
Maskapai penerbangan Etihad Airways di Abu Dhabi mem-PHK sejumlah besar karyawan karena pandemi virus corona baru atau Covid-19.
Otoritas penerbangan sipil Iran mengatakan, rute penerbangan ke tujuan utama di Timur Tengah dan di Asia akan dilanjutkan dalam waktu dekat oleh maskapai penerbangan Iran lainnya.
Kebijakan ketat diberlakukan kepada calon penumpang yang akan melakukan perjalanan
Qatar Airways pada bulan Maret mengatakan membakar cadangan uang tunai dan pada akhirnya akan mencari bantuan pemerintah
Juru Bicara Qatar Airways pun sudah mengkonfirmasi hal tersebut, dan mengatakan perusahaan harus mengambil langkah konkrit untuk melindungi masa depan bisnis.
Air Arabia, satu-satunya maskapai yang terdaftar di Uni Emirat Arab, memberhentikan 57 karyawan karena gangguan perjalanan yang disebabkan virus corona baru (COVID-19).
Sebanyak 11 maskapai penerbangan dari berbagai negara tercatat terlibat dalam 27 penerbangan pemulangan WNI tersebut.