Gus Menteri mengatakan, bahwa data merupakan instrumen penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan baik di pusat maupun di desa.
Pemberdayaan UMKM tersebut sejalan dengan tujuan SDGs (Sustainable Development Goals) guna mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin dan founder Bumi Global Karbon, Ahmad Deni Daruri duduk bareng mengupas isu tentang bagaimana skema pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) bisa segera diwujudkan oleh pemerintah Indonesia.
Dalam SDGs desa ada keterlibatan perempuan dan ini harus ditingkatkan terus menerus, masa depan tergantung juga dari peran para perempuan.
Ajang tersebut bisa menjadi stimulan bagi korporasi di Indonesia untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.
Menurut Gus Menteri, jika SDGs Desa dapat terlaksana dengan baik, maka tidak akan ada lagi pekerja migran asal Indonesia yang tidak memiliki skil.
Enam Tujuan dalam SDGs Desa itu berbicara tentang Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Desa Sehat Sejahtera, hingga Desa Layak Bersih. Enam poin ini `tidak akan pernah selesai`.
Celah-celah yang tidak bisa ditangani oleh Dana Desa bisa ditangani oleh Pemda dengan APBD termasuk dengan usulan Wakil Rakyat di DPR.
Yang penting diyakinkan, bahwa data desa berbasis SDGs Desa ini adalah betul-betul basis untuk perencanaan pembangunan, makanya jangan main-main.
Gus Menteri mengungkapkan, Kemendes PDTT telah miliki konsep pembangunan desa berkelanjutan yang disebut dengan SDGs Desa.