Perempuan-perempuan ini membuktikan bahwa peran wanita Islam dalam sejarah bangsa tak sekadar pelengkap. Mereka adalah pelaku utama dalam membangun kesadaran kolektif tentang kemerdekaan, keadilan, dan martabat bangsa.
Setiap 19 Agustus, Indonesia memperingati Hari Departemen Luar Negeri sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya lembaga yang menjadi ujung tombak diplomasi bangsa. Peringatan ini tidak hanya memuat unsur historis, tetapi juga menegaskan pentingnya peran Indonesia di panggung dunia.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan semangat kemerdekaan yang dirayakan tahun ini menjadi momentum BRI untuk terus memperkuat kontribusi nyata kepada bangsa.
Mendikdasmen mengatakan peringatan kemerdekaan bukan sekadar pernyataan kedaulatan politik, bebas dari penjajahan tetapi juga penegasan atas kedaulatan budaya dan pintu gerbang kemenangan menuju kejayaan bangsa dan negara.
Kalangan masyarakat nelayan dan stakeholder perikanan Indonesia memberikan apresiasi positif dan dukungan atas komitmen pemerintah membuat nelayan Indonesia kembali bangga sebagai “tulang punggung” bangsa.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya generasi muda untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa, termasuk peran besar para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Menghadiri Haul Masyayikh ke III di Bali, Wakil Ketua Baleg DPR RI, Ahmad Iman Sukri menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga kebhinnekaan di pulau dewata.
Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bali, Ahmad Iman Sukri, menghadiri kegiatan `Ngobrol Bareng Jejak Bestari Para Masyayikh` bersama para alumni pondok pesantren se-Provinsi Bali pada Sabtu (16/8).
Lestari Moerdijat: Isi Kemerdekaan dengan Wujudkan Kesejahteraan setiap Anak Bangsa
Menurut Lestari, semangat persatuan yang dibangun harus benar-benar mampu diwujudkan dan dipraktikkan dalam keseharian masyarakat.