Korea Utara (Korut) menembakkan sejumlah proyektil jarak pendek ke laut lepas pantai timur pada Sabtu (4/5).
Korea Utara selama bertahun-tahun berada di bawah serangkaian sanksi keras yang dijatuhkan AS dan PBB untuk program-program rudal balistik nuklir dan balistiknya.
Kelompok itu mengklaim AS mengkhianati kepercayaannya setelah anggota mendekati FBI.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan sanksi untuk Korea Utara (Korut) pada Sabtu (23/3)
Padahal situs tersebut sebelumnya sudah mulai dibongkar, pasca pertemuan pertama Pemimpin Korut Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tahun lalu di Singapura.
Moon mengatakan tidak akan menginginkan Pyongyang dan Washington untuk menghentikan dialog terlalu lama, dan dia percaya bahwa kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan pada akhirnya.
KTT kedua antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un gagal karena tidak sepakat soal sanksi dan denuklirisasi.
Selama pertemuan yang digelar di Hanoi, Vietnam, Pemimpin Korut Kim Jong Un tidak memberikan keterangan lengkap terkait persiapan pembongkaran fasilitas nuklir Yongbon.
Ini berarti Korut harus menghapus seluruh program senjata pemusnah massal di Pyongyang, termasuk rudal balistik antarabenua.
Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong Un dijadwalkan dimulai pada 27 Februari mendatang, dan berakhir keesokan harinya.