Empat anggota militer Irak terluka pada Minggu (12/1), dalam serangan rudal yang menargetkan pangkalan udara di utara Baghdad
Boeing 737-800, dalam perjalanannya ke Kiev dan akhirnya menuju Toronto, ditembak jatuh secara tidak sengaja pada 8 Januari, beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal di dua pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak.
Trump mengatakan, pasukanya tidak akan meninggalkan Irak kecuali Baghdad menganti rugi seluruh biaya yang dihabiskan Washington di negara tesebut.
Wartawan Irak Ahmed Abdul Samad dibunuh di kota Basra oleh orang tak dikenal
AS memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Iran, sebagai tanggapan serangan terhadap pasukan AS di Irak yang diluncurkan oleh Teheran sebagai pembalasan atas kematian Jenderal Soleimani.
Setelah Islamic Revolutionary Guards Corps (IRGC) menghujani rudal dua pangkalan AS di Irak pada Rabu (8/1), Trump langsung menawarkan negosiasi dengan Republik Islam Iran.
Seruan Hatami untuk pengusiran pasukan AS datang seminggu setelah Washington membunuh komandan anti-teror paling menonjol di Timur Tengah, Letnan Jenderal Qassem Soleimani di Irak.
Adel Abdul-Mahdi meminta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, untuk mulai melakukan penarikan pasukan dari Irak.
Dalam pidatonya yang mengikuti serangan rudal pembalasan Iran terhadap dua pangkalan AS di Irak pada Rabu (8/1), Trump membual tentang tentara AS dan peralatan militer.
Serangan rudal balistik di pangkalan AS di Irak akan menjadi pelengkap bagi keputusan penting parlemen Irak untuk mengusir pasukan asing serta keinginan negara kawasan mengakhiri kehadiran AS dan arogansi global di kawasan tersebut.