Koalisi ini justru semakin besar, justru semakin maksimal, dan tidak sedikit pun mengurangi hak Gus Muhaimin dan PKB untuk ikut menentukan Cawapres.
Soal nama KIM atau Koalisi Indonesia Maju, saya kira sudah tepat memilih nama koalisi ini. Identifikasi koalisi dengan pemerintahan Presiden Jokowi merupakan langkah politik yang tepat untuk menegaskan bahwa koalisi ini merupakan penerus atau pelanjut kepemimpinan Presiden Jokowi.
Wakil Ketua MPR: Partai Demokrat Mendesak Pasangan Capres dan Cawapres dari KPP Segera Diumumkan
Nama itu diumumkan Prabowo dalam pidato politiknya di acara HUT ke-25 Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Sultan, Jakarta pada Senin, (28/8).
Kita berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Pak Prabowo akan berkumpul dengan ketua-ketua umum partai politik koalisi, dan kemudian akan membahas itu (cawapres).
Katakan ke teman-teman Koalisi Perubahan khususnya Demokrat, Bapak Andi Arief (Ketua Badan Pemenangan Pemilu Demokrat), bukan kita saling menuding toh, perbanyaklah sabar dan berikanlah kepercayaan itu kepada Mas Anies. Semakin sering mendesak Mas Anies publik akan mencurigai ada maksud, ada udang di balik batu.
Gelora Indonesia dihadapan jajaran elite Partai Gerindra secara resmi bergabung bersama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024, Sabtu (19/8).
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyambangi PSI beberapa waktu lalu. Pertemuan itu memunculkan narasi bahwa Prabowo merupakan sosok yang terbuka dibandingkan dengan PDI Perjuangan.
Ganjar Pranowo dinilai sosok yang tegar dalam berpolitik. Hal itu terlihat dari cara Ganjar merespon dukungan Golkar dan PAN kepada Prabowo Subianto.
Jadi kita tidak boleh baper (bawa perasaan) bahwa PDI Perjuangan ditinggal, kami tidak merasa ditinggal, kaitkan itu kedaulatan dan otonomi Golkar, otonominya PAN.