Pembatalan ini disampaikan menyusul pengakuan Moskow atas dua wilayah di wilayah timur Ukraina sebagai negara merdeka, yakni Donetsk dan Luhansk.
Washington akan menggunakan setiap kesempatan sampai menit terakhir untuk melihat apakah diplomasi akan menghalangi Moskow untuk melangkah ke depan
Washington dan sekutunya dari Eropa siap untuk memberlakukan hukuman keras jika Moskow memilih untuk menyerang.
Negara-negara Barat mengatakan setiap invasi ke Ukraina oleh Rusia akan membawa sanksi terhadap Moskow.
Amerika Serikat (AS) mengancam akan menghentikan pembukaan pipa utama, yang berfungsi menghubungkan gas Rusia dengan Eropa Barat, apabila Moskow menginvasi Ukraina.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mempertimbangkan sanksi pribadi terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin jika Moskow menginvasi Ukraina.
Moskow bergegas untuk menyetujui Sputnik V untuk penggunaan domestik tahun lalu dan telah diekspor ke negara-negara di seluruh dunia, tetapi masih belum disertifikasi oleh WHO atau Badan Obat Eropa, regulator obat Uni Eropa.
Insiden itu terjadi pada saat ketegangan akut antara kedua negara, dimana Ukraina mengatakan pihaknya khawatir akan kemungkinan invasi Rusia dan Moskow menyangkal memiliki rencana semacam itu.
Rusia telah mengancam akan mendenda Google persentase dari omset tahunan Rusia karena berulang kali gagal menghapus konten terlarang di mesin pencari dan YouTube, dalam langkah terkuat Moskow untuk mengendalikan perusahaan teknologi asing.
Facebook mengabulkan tuntutan Rusia untuk menghapus beberapa konten terlarang, pasca muncul ancaman dari Moskow pada platform media sosial tersebut.