Idealnya setiap calon pengantin, tiga bulan sebelum menikah wajib memeriksakan kesehatannya seperti tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, dan kadar Hemoglobin (Hb).
Strategi menurunkan stunting ada dua, yakni mencegah lahirnya stunting baru dan mengurus bayi yang sudah lahir.
Megawati menyampaikan ketidakpuasannya terhadap pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan angka stunting terus mengalami penurunan setiap tahunnya.
Remaja putri yang anemi mengalami peningkatan dari 37,1 persen pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menjadi 48,9 persen pada Riskesdas 2018, dengan proporsi anemia ada dikelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun.
Peraturan Presiden (Perpres) 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting mengamanatkan agar setiap catin pasangan usia subur berada dalam kondisi ideal untuk menikah, dan hamil.
Selain prevalensi stunting, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut terdapat dua tantangan lainnya yakni peningkatan kasus penyakit degeneratif seperti stroke, jantung, kanker, dan diabetes, serta tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia.
Perempuan wajib tahu bagaimana menstruasi normal, menstruasi yang mengacam kesehatan, menstruasi yang membuat sulit hamil, atau menstruasi yang bikin anemia.
Beberapa tantangan di Indonesia yang meningkatkan risiko stunting pada anak, di antaranya ibu hamil dengan anemia, berat dan panjang badan lahir rendah, kasus bayi lahir prematur, perkawinan anak dan jarak kelahiran.
Anemia dan keterpaparan terhadap asap rokok juga memiliki dampak pada gangguan kehamilan dan janin.
Masalah gizi, baik gizi kurang atau gizi lebih, dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit lain, khususnya risiko terjadinya penyakit tidak me