Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) menyebut Vaksin Merah Putih tidak hanya untuk pemenuhan jangka pendek.
Bambang Brodjonegoro mengatakan, perguruan tinggi yang mampu menjawab relevansi kebutuhan masyarakat adalah perguruan tinggi yang terbiasa menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan industri.
Menristek/Kepala BRIN menjelaskan, GeNose C19 adalah alat skrining untuk tes cepat dalam memperkuat sistem survailans 4T (Testing, Tracing, Tracking, Treatment) Covid-19.
Inovasi karya Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 24 Desember 2020 lalu, dan kini menurut Menristek, sudah siap untuk diproduksi dan didistribusikan ke seluruh Indonesia.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyaksikan uji terbang pesawat N219 pada Jumat (11/12), di lingkungan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mendorong pemanfaatan teknologi digital, dalam rangka mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
GeNose adalah teknologi pendeteksi Covid-19 melalui embusan napas hasil karya peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini prosesnya dalam tahapan uji validasi skala besar.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, 27 produk tersebut merupakan program Bakti Inovasi Kemristek/BRIN dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19.
Menurut Bambang, sinergi tersebut merupakan langkah strategi agar Indonesia dapat melewati jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap).
Menteri Bambang mengungkapkan saat ini tiga dari enam institusi yang ditunjuk untuk melakukan pengembangan bibit vaksin, sudah memasuki tahap pra klinis atau uji hewan.