Di Indonesia, sektor manufaktur mengalami kemerosotan sejak mewabahnya virus corona pada bulan Maret lalu.
Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro meminta pembangunan di daerah rawan gempa dan tsunami harus lebih hati-hati, guna meminimalisasi kerugian apabila terjadi bencana.
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pada fase awal inisiasi usaha para teknopreneur dan wirausaha pada umumnya membutuhkan pendampingan dari segi teknologi maupun manajemen, agar meningkatkan daya saing produk dan usahanya.
Ekonomi hijau yang inklusif harus menjadi acuan kedepannya dalam upaya riset dan inovasi dibidang lingkungan. Untuk menunjang itu semua maka diperlukan semangat green innovation.
Bambang Brodjonegoro menimba pengalaman Brasil, dalam mengolah dan memproduksi bahan bakar nabati.
Dalam kesempatan tersebut, presiden meminta laporan perkembangan vaksin serta memberikan arahan agar tim mampu bekerja cepat dengan tetap mengikuti prosedur pengembangan vaksin yang berlaku.
Kendati demikian, Menristek menganjurkan masyarakat tetap waspada penuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, guna mencegah Covid-19.
Menristek menyebut setidaknya Indonesia membutuhkan 300-400 juta ampul vaksin Covid-19, mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk 260 juta jiwa yang tentunya semuanya membutuhkan vaksin.
Hal itu menurut Menristek bertujuan agar Indonesia mampu lolos dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap).
Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro menyebut kerja sama bertajuk United Kingdom-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Science (UKICIS) ini juga sudah direstui oleh Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Inovasi Inggris Amanda Solloway MP.