Misil-misil itu ditembakkan oleh Houthi dari seberang perbatasan Yaman. Kejadian tak berselang lama setelah Donald Trump manarik Amerika Serikat dari kesepakat nuklir.
Para saksi mengatakan jet tempur mengebom Sanaa beberapa kali pada Senin, dengan televisi Al-Masirah yang dikuasai pemberontak menyalahkan koalisi pimpinan Saudi untuk serangan itu.
Kebijakan itu bertentangan dengan klaim militer AS bahwa bantuannya kepada pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman terbatas pada "dukungan non-tempur".
Selain itu, 12 wartawan dilaporkan telah diculik oleh kelompok Houthi, sedangkan satu orang lainnya diculik oleh organisasi Al-Qaeda di kota Hadhramaut.
Negeri Para Mullah adalah penyalur senjata kepada pemberontak Houthi di Yaman. Ia mendukung rezim Assad yang pembunuh rakyatnya
Saleh al-Sammad tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Arab Saudi pekan lalu.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah berulang kali menuduh Iran mempersenjatai Houthi, tuduhan yang dibantah oleh Teheran
Rudal-rudal itu ditujukan ke Riyadh dan dua kota selatan. Satu drone bersenjata menargetkan bandara Abha dan pesawat tak berawak kedua menuju ke lingkungan sipil di Jazan.
Pewaris kerjaan tersebut mengatakan bahwa Iran telah memasok senjata untuk milisi Houthi di Yaman, dan juga digunakan terhadap Arab Saudi selama tiga tahun terakhir.
Pasukan Pertahanan Udara Saudi mencegat tujuh rudal di bagian timur laut ibu kota negara Riyadh.