Serangan AS itu memicu demonstrasi besar-besaran di Irak. Pengunjuk rasa menyerbu Kedutaan Besar AS di Baghdad dan mengambil alih gedung itu setelah personil diplomatik AS terpaksa dievakuasi.
Serangan tersebut dilakukan dua hari setelah serangan roket yang menewaskan seorang kontraktor sipil AS.
Serangana itu tidak dapat diterima, merusak dan bertentangan dengan perjanjian antara Baghdad dan Washington.
Sebuah serangan roket di Kirkuk, Irak utara pada Jumat (27/12), menewaskan seorang kontraktor Amerika Serikat (AS), dan melukai sejumlah personil militer.
Salih yang menyerahkan pengunduran dirinya ke Dewan Perwakilan Irak pada Kamis (27/12) mengaku lebih memilih mengundurkan daripada memilih perdana menteri baru yang ditolak para pengunjuk rasa.
Presiden Irak Barham Salih menolak untuk melantik perdana menteri yang diusung oleh blok parlemen dan didukung Iran, Asaas al-Eidani.
Turki mendeportasi 11 warga negara Prancis yang diduga anggota kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)
Para pengunjuk rasa tidak seharusnya membiarkan para perusuh menyusup ke dalam demonstrasi untuk menyerang pasukan keamanan serta merusak properti publik dan pribadi.
Protes dan kerusuhan yang dimulai di Irak sejak awal Oktober adalah alasan utama penurunan angka ekspor.
Kekerasan anti-pemerintah berkobar di Irak selatan pada Jumat, meskipun Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi telah mengundurkan diri.