Ini merupakan protes fase kedua, sejak aksi berdarah awal bulan ini, dan diperkirakan lebih besar karena mendapatkan dukungan ulama Moqtada al-Sadr.
Kamp ditutup pada 2018 ketika penghuninya kembali ke tempat yang relatif tenang Mosul, baru dibuka kembali minggu lalu, kali ini untuk menerima orang-orang yang datang dari luar Suriah.
Pemerintah Irak mengatakan pihaknya tak memberikan persetujuan untuk pasukan AS yang datang dari Suriah untuk menetap di negaranya
Haydar Karaalp.
Dalam perubahan besar-besaran pada kebijakan militer AS, Gedung Putih mengumumkan pada 6 Oktober bahwa AS akan menarik pasukannya dari timur laut Suriah, membuka jalan bagi serbuan Turki ke wilayah tersebut
Washington akan tetap berkomitmen untuk mengawasi Irak dengan cermat.
Pengumuman kunjungan Khan itu terjadi setelah The New York Times mengutip para pejabat Irak dan Pakistan yang mengatakan, putra mahkota Saudi meminta para pemimpin kedua negara dalam beberapa pekan terakhir untuk berbicara dengan rekan dari Iran mereka tentang de-eskalasi.
Sebagian besar jalanan dan lalu lintas di ibu ibukota juga berjalan tertib. Namun masih tampak ban dan puing-puing yang terbakar berserakan di jalan raya.
Aksi dipecah oleh pasukan keamanan menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil, dan melakukan pengejaran dari rumah ke rumah.
Seorang petugas medis, yang meminta tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara kepada media, mengatakan jumlah korban tewas terakhir sejak dimulainya protes mencapai 35 jiwa.
Iran menutup dua penyeberangan perbatasan ke Irak, yang sering digunakan oleh para peziarah Iran, menyusul insiden kerusuhan di Baghdad.