Pelatihan vokasi diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja kita
Indonesia akan mempercepat akses keterampilan vokasi bagi tenaga kerjanya, khususnya dalam penguasaan teknologi
Di tengah situasi pandemi Covid-19, Fiksi 2020 menjadi salah satu rangkaian lomba yang dilaksanakan pada bulan Vokasi dan Kewirausahaan dengan tema `5Preneurship (people, planet, prosperity, peace, & partnership)` yang digelar secara virtual.
Dirjen Vokasi Kemdikbud, Wikan Sakarinto menjelaskan, sebelum diterbangkan ke Jepang para peserta akan mendapatkan pelatihan bahasa dan budaya Jepang, serta kompetensi caregiver, dari sejumlah lembaga pelatihan, salah satunya Koba Mirai Japan.
Menurut dia, upaya tersebut dapat mempercepat program pemerintah dalam mengimplementasikan pernikahan massal (link and match), antara dunia pendidikan dengan dunia industri dan dunia kerja (Iduka).
Hal ini disampaikan saat meresmikan Gedung Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) pada Rabu (26/8), melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Pasalnya, dia menemukan banyak produk inovasi karya sekolah dan lembaga vokasi dengan technical readiness level (TRL) yang sudah mencapai skala 8, namun sepi pembeli.
Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Beny Bandanadjaja mengatakan, program ini merupakan bagian dari Kampus Merdeka dalam pengembangan wirausaha baru.
Gerakan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat gotong royong masyarakat, untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya memutus penularan Covid-19.
Pemerintah mengakui penerapan pengurangan pajak (super deduction tax) untuk industri yang terlibat dalam pendidikan vokasi, masih dalam pengkajian lebih lanjut.