Wikan melanjutkan, apabila setiap kawasan industri memiliki satu SMK, maka setidaknya akan ada 98 SMK mitra industri yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pasalnya, para lulusan belum mampu langsung beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan tidak jarang kurang fokus pada pekerjaan yang diberikan.
Ketujuh program ini masih merupakan bagian dari upaya pernikahan massal vokasi dan industri, yang berfokus pada penguatan kemitraan serta penyelarasan keduanya, dengan memberikan ruang-ruang interaksi antara PTV dengan Iduka.
Ketiganya ialah Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dan Program Vokasi Universitas Indonesia (UI).
Nadiem menyebut pernikahan massal yang dimaksud baru serius dan `sah` apabila lulusan vokasi langsung direkrut dan dipekerjakan, melalui skema perjanjian kerja sama.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud, Wikan Sakarinto menyebut, dengan jumlah anggaran itu dia menargetkan 90 persen vokasi dapat menikah dengan industri.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemdikbud, Wikan Sakarinto berharap program link and match vokasi dan DUDI tersebut jangan sampai hanya sebatas `pacaran`.
Wikan mengatakan nantinya para praktisi baik dari dalam maupun luar negeri tersebut, diberikan waktu 50-100 jam per program studi (prodi) dalam satu semester.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi meluncurkan Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa pendidikan tinggi vokasi.
Kebijakan ini ditempuh mengingat selama pandemi Covid-19, civitas akademik perguruan tinggi diminta tetap melaksanakan perkuliahan daring, guna menekan angka penyebaran.