Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus fokus dan konsisten menggenjot pelatihan vokasi secara massif yang merupakan program prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) fokus dalam menggenjot pelatihan vokasi. Hal ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo yang akan memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pada tahun 2019.
Pasalnya, pemerintah tidak memiliki regulasi yang mewajibkan industri untuk bermitra dengan sekolah vokasi, termasuk dalam hal ini politeknik.
Dalam rangka menjadikan tahun 2019 sebagai tahun pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengalokasikan kegiatan dan anggaran untuk mendirikan 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas berbasis pesantren, yang rencananya akan rampung tahun ini.
Dari total angka tersebut, 10.300 di antaranya merupakan sekolah menengah kejuruan dan 1.418 sekolah pendidikan lanjutan.
Hal tersebut disampaikan saat Mendikbud menerima Duta Besar Indonesia untuk Polandia Siti Nugraha Maulidiah, yang baru dilantik pada awal Januari 2019 lalu.
Jumlah ini meningkat 44 persen dibandingkan tahun lalu dengan pengalokasiannya untuk perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta termasuk vokasi dan mahasiswa ongoing yang dinilai layak.
Salah satunya melalui akses pendidikan vokasi terus ditingkatkan. Misalnya di BLK yang ada di Jember ini," kata Hanif.
Hanif menegaskan isu pelatihan vokasi (vocational training) perlu mendapat perhatian penting karena memiliki kelenturan dalam mendorong perubahan skills di masyarakat
Bila dibandingkan, total perguruan tinggi akademik Indonesia berjumlah 4.529, sementara politeknik hanya 2.252.