Literasi mampu mengantarkan negara menuju peradaban maju. Literasi yang rendah mengakibatkan produktivitas menurun, beban biaya kesehatan meningkat dan pengangguran bertambah.
Literasi digital perlu terus digalakkan oleh pemerintah Indonesia mengenai bagaimana masyarakat menjadi lebih awas terhadap keamanan data pribadi dan bagaimana cara melindunginya.
RDP kali ini membahas tentang peningkatan literasi dengan upaya menambah jumlah buku bacaan untuk daerah.
Kepala Balitbang dan Perbukuan, Anindito Aditomo menyampaikan bahwa AN tidak hanya mengukur hasil belajar kognitif peserta didik, yaitu literasi dan numerasi. Namun juga mengukur sisi sosial emosional atau karakter siswa.
Pada 2020, tercatat sebanyak 144.793 ISBN yang diberikan, ini mengalami peningkatan dibandingkan pada 2019 yang tercatat sebanyak 123.227 ISBN. Sebagai informasi, pada 2016, tercatat sebanyak 64.599 ISBN.
Sinergi dilakukan melalui kegiatan dan program yang mendukung literasi masyarakat sehingga tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa, bisa dicapai bersama.
Dua kata kunci yang menjadi fokus program kerja Duta Baca Indonesia (DBI) Gol A Gong sejak dikukuhkan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando adalah kolaborasi dan integrasi.
Perpusnas dalam hal ini memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan literasi kelapa agar kelapa kembali menjadi komoditas unggulan nasional.
Sebagai bentuk hasil budaya, setiap lukisan yang tercipta selalu terselip literasi secara tersirat dan tersurat