data Perpusnas menyebutkan baru 30 juta penduduk Indonesia yang familiar dengan digitalisasi konten ilmu pengetahuan.
Perpustakaan Nasional sebagai lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas di bidang perpustakaan, berupaya melakukan pengembangan, pembinaan, dan kegemaran membaca untuk pengembangan budaya literasi.
Setelah Najwa Shihab, tongkat estafet Duta Baca Indonesia (DBI) kini berlanjut ke tangan kepada pegiat literasi Heri Hendrayana Harris atau yang akrab disapa Gol A Gong.
harus ada sinergi baik yang terjalin antara Perpusnas dengan Bunda Literasi dan perguruan tinggi guna menghasilkan penerus bangsa yang mampu bersaing dalam kompetisi global.
Sama halnya dengan pejuang yang lain, semua pejuang wanita di Indonesia juga memiliki keteladanan literasi yang diawali dengan kegemaran membaca.
Kartini menunjukkan keteladanan dalam berliterasi. Untuk membuka tabir kegelapan atas dirinya, Kartini dengan tingkat literasinya membuat buku “Habislah Gelap Terbitlah Terang”
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyampaikan pentingnya menumbuhkan budaya literasi dari lingkup keluarga sebagai bekal mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia.
Dukungan diberikan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, terhadap peluncuran empat modul literasi digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), di Surabaya.
Bamsoet menerangkan, untuk membangun UMKM yang tangguh dan mempunyai daya saing global, pemberdayaan literasi teknologi bagi pelaku UMKM adalah suatu keniscayaan.
Sebanyak 1,5 juta warga Jawa Timur ditarget akan lteriterasi digital hingga tahun 2024 melalui serangkaian kegiatan digital yang dilengkapi dengan Panduan Kurikulum dan Seri Modul Literasi Digital.