Peneliti dari kedua pengembang aplikasi pelacakan gejala Covid-19 tersebut mengamati 2,4 juta warga Inggris, di mana 11 persennya merupakan perokok.
Penelitian ini merujuk pada penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit yang mengakibatkan penderitanya kesulitan bernapas akibat sering menyedot asap rokok.
Sebuah penelitian di Prancis menemukan bahwa perokok memiliki peluang lebih kecil terinfeksi virus corona baru (Covid-19), dibandingkan para non-perokok.
Ide kreatif ini disambut oleh Lentera Anak dengan memfasilitasi Pembaharu Muda melakukan nonton bareng Film bertajuk Negara Perokok Anak (NPA).
Asap rokok telah terbukti menjadi penyebab utama timbulnya kanker paru baik pada perokok aktif maupun pasif.
Seorang perokok punya risiko dua sampai empat kali lipat untuk terserang penyakit jantung koroner dan memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit kanker paru.
Seorang perokok punya risiko dua sampai empat kali lipat untuk terserang penyakit jantung koroner dan memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit kanker paru.
Semua yang meninggal semua punya riwayat merokok. Jadi hati-hati, bagi para perokok jangan jadi KPPS.
Data mengenai tingkat prevalensi perokok anak dan remaja menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.
Umi Fahmida mengatakan, keluarga perokok punya peluang lebih besar melahirkan anak stunting (pendek), ketimbang keluarga non-perokok.