Dengan sejumlah alasan First Travel itu para korban tidak langsung melaporkan dugaan penipuan kepada pihak kepolisian.
Pasangan suami istri ini ditangkap atas dugaan penipuan terhadap ribuan calon jemaah umrah. Pelaku menjanjikan dengan cara menawarkan biaya umrah murah.
Modusnya, agen tersebut diminta mencari jamaah Umrah. Namun setelah jamaah membayar, mereka tak kunjung diberangkatkan.
Kemenag memersilahkan First Travel melakukan sanggahan terhadap keputusan tersebut.
Dalam surat dakwaan jaksa, Patrialis disebut menerima uang 10.000 dollar AS dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman pada Desember 2016. Uang itu disebut untuk membiayai keperluan umrah Patrialis.
Orang Dekat Patrialis Akui Uang USD10.000 untuk Umrah
Paspor sangat berarti bagi calon jemaah untuk melakukan perjalanan luar negeri atau mendaftar di biro umrah yang lebih kredibel.
Hingga 6 Juni 2017, YLKI menerima sebanyak 6.778 pengaduan yang berasal dari calon jamaah umrah dari keenam biro tersebut.
Uang suap yang telah diterima secara bertahap, dipergunakan Kamaludin dan Patrialis untuk kepentingan pribadi. Di antaranya dinikmati untuk bermain golf dan umrah Patrialis.
Pemanggilan tersebut berdasarkan laporan di lapangan bahwa terdapat 270 calon jamaah yang ditunda keberangkatannya.