Menteri Luar Negeri Javad Zarif mengatakan Teheran tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Washington tetapi sebaliknya akan bertindak dengan hati-hati menyusul penyebaran perangkat keras militer AS baru-baru ini ke wilayah Teluk.
Pelatih berusia 50 tahun itu tiba di Teheran pada Rabu (15/5) kemarin, untuk penandatanganan kontrak.
Adapun untuk mencapai diplomasi antara Teheran dan Washington, syaratnya ialah AS tidak boleh lagi melakukan perang apapun di Timur Tengah.
Di bawah kesepakatan nuklir, Teheran diizinkan untuk memproduksi uranium yang diperkaya rendah dengan batas 300 kg, dan menghasilkan air berat dengan cadangan sekitar 130 ton.
Demonstran di Teheran mengeluarkan pernyataan yang menyambut keputusan SNSC dan memperingatkan AS terhadap setiap provokasi lebih lanjut terhadap negara Negeri Para Mullah.
Trump juga mengancam tindakan lebih lanjut kecuali Teheran secara fundamental mengubah perilakunya.
Utusan Iran untuk PBB telah mengecam upaya Amerika Serikat untuk menggambarkan program rudal konvensional Teheran sebagai pelanggaran terhadap Resolusi 2231 Dewan Keamanan yang mendukung perjanjian nuklir 2015
Wakil presiden Iran mencatat bahwa Teheran akan mengekspor minyak sebanyak yang dianggap perlu dan meminta semua pejabat untuk datang dengan strategi
Teheran juga mengumumkan tindakan pembalasan, dengan menyatakan AS sebagai "sponsor negara terorisme.
Gedung Putih, yang telah terlibat dalam kampanye tekanan maksimum terhadap Teheran sejak Trump berkuasa, telah memberi negara-negara waktu untuk menyapih diri dari minyak Iran, tetapi telah memutuskan bahwa keringanan tidak akan lagi dikeluarkan.