Ribuan warga Afghanistan berkumpul di bawah pengamanan ketat di ibukota Kabul untuk negosiasi selama empat hari yang bertujuan menemukan cara untuk mencapai kesepakatan damai dengan kelompok militan Taliban.
Abdul Samad Salehi, seorang anggota dewan provinsi di Provinsi Farah, mengatakan penyergapan itu terjadi di distrik Anardara ketika konvoi sedang menuju untuk menjinakkan bom pinggir jalan pada 24 April.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Negeri Petro Dalar itu menyelesaikan perang saudara yang sudah berlangsung 17 tahun.
Amerika Serikat dan Taliban telah membuat sketsa untuk perjanjian perdamaian, guna mengakhiri perang selama 17 tahun di Afghanistan.
Saat diskusi menjelang negosiasi perdamaian formal antara pemerintah AS dan Taliban menguak, para pemimpin politik dan masyarakat sipil Afghanistan khawatir kurangnya perwakilan Afghanistan dalam proses tersebut.
Kelompok Taliban dikabarkan menolak dimulainya kembali pembicaraan damai dengan Amerika Serikat di Pakistan tentang bergerak menuju berakhirnya perang yang telah berlangsung 17 tahu
Kemlu Afghanistan memperingatkan hubungan Iran dengan Taliban akan melemahkan hubungan diplomatik antar kedua negara.
Presiden AS juga menyerukan pada Rusia, India, dan Pakistan untuk melakukan perlawanan terhadap Taliban di Afghanistan.
Sebaliknya, salah seorang pemimpin kelompok itu terlebih dulu akan bertemu pejabat Amerika Serikat, guna upaya perdamaian lebih lanjut.
Impian bocah tujuh tahun itu bertemu idolanya memang telah tercapai. Namun kini kehidupannya mengenaskan dan terlantar akibat perang di negara tersebut.