Potret buruk rupa juga semakin mencoreng wajah aparat keamanan atau kepolisian. Tiada antisipasi dan penanganan keamanan yang siap siaga. Malah, melakukan tindakan penanganan yang justru menimbulkan kekacauan dan kepanikan.
Insiden nahas itu terjadi setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam.
Politikus Gerindra ini menilai, situasi yang dihadapi pihak Polisi sangat rumit karena sudah mengingatkan adanya potensi gangguan keamanan dalam pertandingan tersebut.
Dalam tragedi itu, sedikitnya 127 orang meninggal dunia dan 180 orang lainnya luka-luka
Sebenarnya, pihak Kepolisian sudah memprediksi akan terjadi gangguan keamanan dalam pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. Hal itu terbukti adanya permintaan Kepala Resort Malang AKBP Firli Hidayat untuk merubah jadwal pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Lebih dari 100 orang meninggal dunia usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya berakhir ricuh.
Dua di antaranya merupakan anggota Polri.
Presiden meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini.
Bangkitkan bisnis di tengah pandemi sangat penting. Seperti yang dilakukan Teuku Wisnu bersama Arema FC.
Arema keluar sebagai juara setelah menang aggregat 4-2. Sebelumnya, Arema bermain imbang 2-2 melawan Persebaya.