Seperti biasanya, penggusuran dibarengi aksi masyarakat. Kali ini dipimpin pegiat Romo Sandyawan Sumardi, melancarkan aksi damai menolak penggusuran daerah itu.
Penggusuran yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjhaja Purnama alias Ahok kepada rakyat kecil dinilai tidak wajar. Hal itu sebagai bukti bahwa Ahok tidak peduli dengan jeritan tangis rakyat kecil.
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli menyebut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memiliki pola pikir yang `gokil` atau tidak waras. Apa alasannya?
Penggusuran secara paksa oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap warga dinilai tidak manusiawi.
Sesepuh perjuangan kemerdekaan, Ilyas tak menyangka kemerdekaan yang dicita-citakan para pendiri bangsa kini berbalik ke tangan penjajah model baru.
Saat ini muncul sosok pemimpin seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai arogan, juga tak bisa menghargai keringat para pejuang.
Kesan tegas dan berani memang muncul, tapi kok beraninya sama rakyat kecil?
Ratna memaksa petugas Satpol PP agar melakukan penertiban yang sesuai dengan prosedur yang berlaku, seperti memberikan Surat Peringatan (SP) 1, 2, dan SP 3.
Warga Rawajati yang terancam penggusuran meminta direlokasi ke apartemen Kalibata City. Mereka menilai Kalibata City awalnya untuk Rusunami yang dibelokkan oleh pebisnis menjadi apartemen.