Trump mengintruksikan menembak jatuh dan menghancurkan kapal perang Iran yang melecehkan, menyusul konfrontasi baru-baru ini antara kapal perang AS dan kapal militer Iran di Teluk Persia.
Ketegangan di jalur air strategis meningkat secara signifikan pada musim panas lalu setelah serangkaian ledakan misterius menargetkan sejumlah tanker minyak.
Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (15/4), Angkatan Laut AS mengklaim bahwa 11 kapal Iran berulang kali mendekati kapal militernya dalam pendekatan berbahaya dan melecehkan di Teluk Persia.
Pengumuman itu tidak memberikan rincian lebih detail, apakah pemberian grasi itu karena pandemi virus corona atau bulan suci Ramadan, yang dimulai akhir bulan ini.
Qatar menyerukan Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC) untuk lebih berpandangan ke depan guna melindungi persatuan politik dan ekonomi antar pemerintah regional dari konflik.
Rouhani mengajak semua negara yang terkena dampak perkembangan di Teluk Persia untuk bergabung dengan inisiatif negara itu untuk keamanan kawasan strategis.
Qatar prihatin pihak berwenang Arab Saudi melarang Menteri Kesehatan Hanan Mohamed al-Kuwari menghadiri pertemuan langkah-langkah pencegahan virus coron yang diselenggarakan Dewan Kerjasama Teluk Persia
Kapal tersebut akan menambah kapasitas layanan pengiriman penumpang Iran di Teluk Persia dan di Laut Oman.
Kehadiran militer dan penasehat Iran di wilayah tersebut juga sudah menjadi benteng melawan plot AS dan Eropa di wilayah tersebut.
Dalam cuitannya di Twitter, politisi Partai Republik itu menuliskan penolakan dengan menggunakan bahasa Persia, yang merupakan bahasa nasional Iran.