Masyarakat Profesional Bagi Kemanusian Rohingnya datang untuk mendesak rezim militer dan sipil Myanmar menghentikan kekerasan dan genosida pada etnis Rohingya.
Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah memberi kesimpulan bahwa militer Myanmar melakukan penyiksaan hingga pemerkosaan terhadap warga Rohingya di sana.
Sekitar 20.000 lagi warga Rohingya yang berusaha melarikan diri, terjebak di daerah kosong perbatasan, kata sumber PBB.
GP Ansor menilai tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya merupakan konflik geopolitik, khususnya pertarungan kuasa dan kekuasaan.
Jenazah dua wanita dan dua anak-anak Rohingya juga ditemukan Rabu kemarin setelah perahu mereka ditembaki polisi perbatasan Myanmar.
Dengan kondisi itu, minoritas Rohingnya terbuang dari Myanmar. Hidupnya berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena tidak seorang pun menginginkan mereka.
Aparat kepolisian terlihat meminta warga yang masih dalam rumah untuk segera keluar dan kemudian dikumpulkan di lapangan.
Rohingya tidak diakui sebagai warga negara oleh Myanmar tetapi sebagai pendatang gelap dari Bangladesh
Myanmar langsung membuat seruan menghentikan pengiriman tenaga kerja ke Malaysia
Myanmar rencananya akan menjamu Malaysia dalam pertandingan di Grup B, Sabtu (26/11), di Stadion Thuwanna di Yangon.