Plt Kepala BPMP Provinsi NTT, Irfan Karim, mengatakan lebih dari 20 persen dari total 14.800 sekolah di provinsi ini telah mengimplementasikan praktik penguatan karakter, melampaui target pengimbasan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti mengatakan bahwa pendidikan karakter adalah pijakan yang esensial untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter luhur dan siap memimpin Indonesia di masa depan.
Tujuan utama dari komponen cadangan yang lebih penting lagi itu adalah masalah pembentukan karakter. Kita ingin mentalitas mereka jadi lebih baik, sehingga nanti siap untuk menjadi pelaku-pelaku ekonomi, pelaku-pelaku pembangunan di kawasan-kawasan transmigrasi
Memperingati hari ulang tahun ke-23, Sekolah Global Sevilla kembali menyelenggarakan Day of Mindfulness. Tradisi ini menjadi ciri khas sekolah dalam menunjukkan komitmen terhadap mindfulness, kesejahteraan sekolah, serta pembentukan karakter siswa.
Guru tak sekadar pengajar, tetapi juga pembentuk karakter dan masa depan bangsa. Perannya yang vital membuat masyarakat dunia menetapkan hari khusus untuk memberikan penghargaan kepada sosok guru.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) meluncurkan sayembara Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), ajang nasional untuk menginspirasi penerapan kebiasaan baik anak Indonesia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter menggelar kegiatan Fasilitasi dan Advokasi Kebijakan Penguatan Karakter di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Selasa (30/9).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi dan Advokasi Kebijakan Penguatan Karakter di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah pada Selasa (30/9).
Pemerintah kembali menekankan pentingnya penguatan karakter sejak dini melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), di tengah derasnya arus teknologi digital dan ancaman adiksi gawai.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengatakan bahwa kolaborasi catur pusat pendidikan yang terdiri dari sekolah, orang tua, masyarakat, dan media, berperan penting dalam kesuksesan pendidikan karakter anak.