Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, membeberkan sejumlah tantangan besar yang dihadapi pendidikan karakter di era transformasi teknologi dan media sosial.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter bersama Komisi X DPR RI menggencarkan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) di Jawa Barat (Jabar).
Pemerintah terus mendorong penguatan karakter peserta didik sejak usia dini. Karena itu, jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dinilai penting untuk menyiapkan mental anak sebelum memasuki sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya seremoni keagamaan, melainkan bagian integral dari pembentukan karakter siswa dan aparatur negara.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pendidikan karakter saat menjadi pembicara di Scout Wisdom Forum, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menekankan peran penting ibu sebagai fondasi dalam pembentuk karakter anak.
Lingkungan rumah dan teladan yang dicontohkan orangtua adalah dua hal yang menjadi fondasi dalam membentuk karakter anak. Karena itu, orang tua sebagai lingkungan terkecil diminta untuk menanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).
Sehingga haji tidak sekadar rutinitas formal, tetapi harus memberi sumbangan bagi pembentukan karakter bangsa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti menekankan pentingnya membangun karakter anak sejak dini. Hal ini disampaikan saat mengunjungi SD Al Hikmah, Surabaya, pada pekan lalu.
Upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) untuk membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter harus terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dengan menggandeng organisasi masyarakat (ormas).