Diyakini berusia 30-an, Kim Yo Jong adalah satu-satunya kerabat dekat sang pemimpin dengan peran publik dalam politik, baru-baru ini memelopori kampanye baru yang lebih keras untuk menekan Korea Selatan.
Kim Jong un mengatakan pada pertemuan politbiro partai yang berkuasa pada Kamis bahwa negara itu harus waspada dan menolak setiap tawaran bantuan asing untuk memerangi banjir untuk mencegah penyebaran virus.
Citra satelit dari 6-11 Agustus menunjukkan betapa rentannya sistem pendingin reaktor nuklir Pusat Penelitian Ilmiah Nuklir Yongbyon terhadap peristiwa cuaca ekstrem.
Televisi pemerintah pada Minggu (9/8) menunjukkan kereta tiba di stasiun Kaesong dan truk yang mengirimkan pasokan kepada penduduk teresebut.
Hujan lebat yang turun selama hari-hari telah membanjiri lebih dari 730 rumah dan sawah di Taechong-ri, Unpha County, barat laut ibu kota Pyongyang. Banjir juga menyebabkan 179 rumah hancur.
Pyongyang mengatakan telah membuat semua upaya yang mungkin dilakukan baik melalui dialog atau sebagai upaya hukum internasional, tetapi semuanya berakhir dengan sia-sia.
Kim Jong un mengadakan pertemuan politbiro darurat sebagai tanggapan atas situasi kritis di mana virus ganas dapat dikatakan telah memasuki negara tersebut.
Korea Utara belum melaporkan adanya kasus virus corona tetapi telah mengambil langkah-langkah pencegahan intensif, termasuk larangan pertemuan, perintah untuk memakai masker dan karantina wajib bagi pekerja perbatasan.