Tindakan ini berpotensi membuat Pyongyang marah, setelah berbulan-bulan mengutuk kebijakan luar negeri Seoul.
Pada 8 Juli 1994, Presiden Korea Utara Kim Il Sung meninggal pada usia 82 tahun. Dia telah memimpin negara itu sejak didirikan pada tahun 1948.
Pernyataan tersebut disampaikan Kim saat berbicara dalam pertemuan dengan Partai Buruh pada Kamis (2/7) guna membahas dampak virus, enam bulan setelah Pyongyang menutup perbatasan dan mengisolasi ribuan orang.
Para anggota memeriksa situasi yang ada sebelum memutuskan untuk menunda rencana militer, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Kim mengurangi aktivitas publiknya karena khawatiran atas penularan virus corona baru (Covid-19), sebelum akhirnya muncul kembali pada Sabtu lalu.
Kim Jong un menerima medali Perang Dunia II dari Putin karena mengabadikan memori tentara Soviet yang jatuh dan meninggal di Korea Utara selama perang itu.
Kim Jong un melewatkan upacara peringatan besar pada 15 April karena langkah-langkah yang sedang berlangsung untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan bukan karena sakit.
Pompeo juga mencatat bahwa Washington memantau dengan cermat situasi di Korea Utara mengenai risiko virus corona (COVID-19) dan juga denuklirisasi negara itu.
Rumor yang berhembus mengatakan bahwa ia menjalani operasi kardiovaskular hingga akhirnya meninggal dunia, meski rumor tersebut belum sepenuhnya terbukti.
Dia disandingkan dengan adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong, yang juga digadang-gadang sebagai kandidat terkuat kursi nomor satu, jika rumor tersebut benar adanya.