Menyusul diumumkannya persetujuan kabinet soal perpanjangan keadaan darurat selama 90 hari, pemerintahan Erdogan melakukan operasi pembersihan secara menyeluruh di Turki.
Pernyataan Erdogan dalam pidatonya di New York, Kamis, tersebut sepertinya akan menambah ketegangan antara Turki dan Washington terkait dukungan AS bagi pasukan Kurdi
Presiden Turki Tayyip Erdogan membicarakan persoalan tersebut dengan Presiden AS Barack Obama di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Negara Kelompok 20 di China pada awal bulan ini.
"Menurut kesepakatan ekstradisi 1981 dengan AS, kami berharap Gulen ditahan. Namun ia masih berkeliaran secara bebas," kata Erdogan
Keduanya merupakan mahasiswi yang mengenyam pendidikan di Turki berkat beasiswa dari sebuah lembaga swadaya masyarakat asal Turki bernama PASIAD.
Pihak-pihak yang ditahan akan ditanyai atas dugaan mereka mendukung pria yang dituduh menjadi otak kudeta, ulama yang bertempat tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen.
Di Turki sendiri, pemerintah mengumumkan pemberhentian hampir 1.400 anggota angkatan bersenjata dengan tuduhan terlibat dalam upaya kudeta militer yang gagal.
Dia memerintahkan lebih dari 1.000 sekolah swasta ditutup dan masa penutupan diperpanjang, yang memungkinkan para tersangka bisa ditahan tanpa dikenai dakwaan.
Pemerintah Suriah mengeluarkan pernyataan tanpa henti, dan menuduh Pemerintah Turki mendukung kelompok pelaku teror di Suriah. Turki, di bawah Erdogan.