Radikalisme kampus dinilai lebih berbahaya daripada radikalisme yang muncul dari kampung-kampung karena tekanan ekonomi. Radikalisme dari kaum intelektual kampus bisa menularkan pada banyak orang.
Kepolisan Republik Indonesia diimbau mampu membendung radikalisme yang muncul dari kaum intelektual kampus. Ini sangat berbahaya, karena bisa meracuni masyarakat luas.
Cara-cara pemerintah dengan mengawasi kampus dan dosen dianggap mencederai demokrasi dan merusak upaya membangun penguatan masyarakat sipil.
Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana tak memungkiri, pemikiran atau paham radikalisme ada di setiap kampus dan lingkungan masyarakat. Bahkan, di lingkungan keluarga, pemikiran radikalisme itu pasti ada.
Pembangunan Kampus UII ini telah dimasukkan ke dalam proyek strategis nasional.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra menegaskan, pihaknya mendukung pemerintah melalui kampus masing-masing, untuk mengedepankan dan meningkatkan aspek pembinaan terhadap dosen, mahasiswa maupun pegawai.
Menurut Nasir, kampus memang mimbar akademik. Namun dia tak menolerir jika terdapat aktivitas yang mengancam keamanan nasional
Ancaman teror bom terhadap Gedung DPR oleh terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di kampus Universitas Riau (UNRI) seharusnya menjadi data intelijen.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengecam terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di kampus Universitas Riau (UNRI), Sabtu (2/6). Dimana, terduga teroris tersebut menarget Gedung DPR RI.
Penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 di kampus Universitas Riau (UNRI) sebagai tamparan keras bagi sistem pendidikan di Indonesia.