Foto dan video yang diposting di media sosial menunjukkan sebuah kendaraan yang melaju kencang menabrak sekelompok pengunjuk rasa anti-kudeta pada Minggu (5/12) di kota utama Yangon dan mayat tergeletak di jalan.
Pengadilan Myanmar yang dikuasai junta militer menangguhkan putusan pertama terhadap pemimpin yang digulingkan, Aung San Suu Kyi, hingga 6 Desember mendatang.
Upaya nasional dan internasional sejak itu telah dilakukan untuk menyelesaikan krisis, sementara pengunjuk rasa pro-demokrasi telah menggelar demonstrasi massa mengecam kudeta.
Protes dan kerusuhan telah melumpuhkan Myanmar sejak kudeta 1 Februari, dengan militer dituduh melakukan kekejaman dan kekuatan berlebihan terhadap warga sipil, meskipun junta menyalahkan kerusuhan pada teroris yang bersekutu dengan pemerintah bayangan.
Lebih dari 1.100 warga sipil tewas dalam tindakan keras berdarah di negara itu terhadap perbedaan pendapat dan lebih dari 8.000 ditangkap sejak kudeta, menurut kelompok pemantau lokal.
Negara Asia Tenggara telah berada dalam kekacauan sejak kudeta Februari, dengan lebih dari 1.100 tewas dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat dan lebih dari 8.000 ditangkap.
Pemerintah Myanmar membebaskan lebih dari 5.000 tahanan, yang dipenjara karena memprotes kudeta militer pada Februari lalu.
Myanmar telah terperosok dalam kekacauan sejak kudeta, dengan lebih dari 1.100 warga sipil tewas dalam tindakan keras berdarah terhadap perbedaan pendapat dan lebih dari 8.000 ditangkap menurut kelompok pemantau lokal.
Kementerian Luar Negeri Singapura menyebut pengecualian Min Aung Hlaing adalah "keputusan yang sulit tetapi perlu untuk menegakkan kredibilitas Asean".
Seruan itu muncul ketika kekhawatiran tumbuh atas komitmen pemerintah militer untuk konsensus lima poin yang disepakati negara ASEAN untuk meredakan krisis berdarah yang meletus setelah kudeta 1 Februari di Myanmar.