Angkatan bersenjata Sudan berkomitmen untuk melestarikan prinsip-prinsip revolusi bukan untuk mencoba melakukan kudeta terhadap Pemerintah.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (21/9), Hamdok menyebut upaya kudeta itu direncanakan oleh orang-orang di dalam dan di luar militer, diawali dengan menabur ketidakamanan, terutama di timur Sudan.
Kudeta yang terjadi Minggu (5/9) adalah yang ketiga sejak April di Afrika Barat dan Tengah, meningkatkan kekhawatiran tentang kembalinya kekuasaan militer di wilayah yang telah membuat langkah menuju demokrasi multi-partai sejak 1990-an.
Pemerintah Turki menekankan harapan kuat Ankara untuk pemulihan cepat tatanan konstitusional di negara Afrika Barat dan pembebasan segera Conde.
Pemimpin berusia 83 tahun itu menolak menjawab pertanyaan dari seorang tentara tentang apakah dia telah dianiaya.
Padahal PBB dan sejumlah negara telah mendesak ASEAN, yang beranggotakan 10 negara termasuk Myanmar, untuk memulihkan stabilitas melalui diplomasi.
Pada 19 Agustus 1991, sebuah kudeta yang dirancang oleh Komunis garis keras menyingkirkan Mikhail Gorbachev sebagai presiden Uni Soviet.
Sejak kudeta, pasukan keamanan telah menangkap lebih dari 7.000 orang, sementara 1.984 surat perintah dikeluarkan, menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, sebuah kelompok aktivis.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer mengambil alih kekuasaan pada Februari, banyak rumah sakit tidak memiliki peralatan yang memadai untuk mengatasi beban kasus yang melonjak setelah banyak staf medis keluar sebagai protes atas kudeta tersebut.
Seorang pria bersenjatakan pisau menerjang Goita setelah salat Idulfitri pada Selasa, menurut seorang reporter kantor berita AFP di tempat kejadian.