Pandangan kami Fraksi Demokrat kenapa mendukung KPU, mendukung tanggal 21 Februari, pertama kita akan menghadapi Pilkada, kita perlu KPU itu mempunyai waktu, untuk bisa mendesain Pilkada itu.
Kami akan menyisir kembali mana sebetulnya yang betul betul sesuai dengan kepentingan penyelenggara pemilu kita atau tidak. Mau ada IT tapi selama ini gagal terus, berapa kali dicoba dan gagal kemarin.
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai rancangan anggaran penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sebesar Rp86 triliun terlalu tinggi.
Bukan tanpa alasan, menurut Ilham, penambahan masa kampanye ini berkaitan dengan distribusi logistil ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sehingga, diharapkan waktu 7 bulan kampanye akan menghindari potensi keterlambatan pengiriman logistik ke TPS.
Tahapan awal yang harus kami lakukan di tahun 2022 sepenuhnya adalah tahapan pendaftaran verifikasi dan penetapan partai politik. Seperti tertuang pada kebutuhan pagu anggaran KPU tahun 2022, KPU masih kekurangan anggaran sebesar Rp 10,842 triliun lagi. Pada tahun 2022 dalam penyelenggaraan tahapan pemilu KPU membutuhkan anggaran sebesar Rp 13,295 triliun.
Tahun 2024 itu tahun politik dan tentu saya kira itu bukan tahun yang mudah. Itu juga akan bisa kita katakan Pemilu 2024 itu pemilu yang punya kompleksitas sangat tinggi.
Berbagai potensi ancaman stabilitas politik dan keamanan juga perlu langkah antisipasi
Kebutuhan Pemilu 2024 tidak kurang dari Rp150 triliun
Tentu saja kami juga sampaikan selamat untuk pasangan yang menang yaitu Hengky-Lexi