TEI, sambung Rifky, merupakan pameran produk ekspor Indonesia bertaraf Internasional dengan fokus B to B yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kementerian Perdagangan. Sementara untuk tahun ini melibatkan KKP dan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu).
Masalah logistik dan pergudangan menjadikan sektor perikanan nasional belum bisa digarap secara maksimal.
Karena itu, menurut Rifky, penting bagi semua eksportir ikan hias memanfaatkan raiser, agar ikan hias yang akan diekspor supaya diseleksi terlebih dulu, supaya harganya bisa berkali-kali lipat.
potensi tersebut belum optimal karena terkendala rendahnya pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam pembudidayaan dan pengolahan hasil perikanan.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dan Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar dijadwalkan hadir memberikan inspiring speech dalam acara tersebut.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melirik pasar Jepang untuk pemasaran udang putih.
Rifky mengungkapkan hanya delapan persen yang sanggup dibiayai oleh pemerintah
Diharapkan dapat memberikan kepastian simpan, ketersediaan kebutuhan bahan baku industri, serta bahan pangan konsumsi masyarakat.
Kabar baiknya Sektor pertanian dan perikanan masing-masing menyumbang 9,93 persen..
Budi daya koral dan ikan hias merupakan sumber daya perikanan yang potensinya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Oleh karena itu, potensi itu dapat dioptimalkan untuk pemanfaatan ekonomi.