Peluncuran pada Sabtu juga merupakan peluncuran kelima sejak 25 Juli, ketika juga menembakkan dua rudal jarak pendek.
Peluncuran kelima dalam tempo waktu kurang dari tiga minggu itu dinilai sebagai sinyal penolakan atas latihan militer bersama, antara Amerika Serikat dengan Korea Selatan.
Uji coba rudal yang dipandu taktis adalah peringatan bagi latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.
Jerman mengutuk uji coba rudal balistik jarak pendek terbaru Korea Utara (Korut)
Pakta bilateral itu sudah memberi negara-negara lain, yaitu China kebebasan untuk mengembangkan rudal jarak jauh mereka sendiri.
Pyongyang mengatakan latihan militer gabungan yang dilakukan Korea Selatan dan AS adalah pelanggaran mencolok untuk dimulainya proses denuklirisasi.
Moskow dengan sangat terpaksa akan mulai mengembangkan rudal jarak pendek dan menengah yang beerbasis nuklir, jika Washington mulai mengembangkan senjata.
Korea Utara (Korut) kembali meningkatkan demonstrasi senjatanya, pada Selasa (6/8) dini hari, usai menembakkan sejumlah rudal ke arah laut.
Trump menepis kekhawatiran bahwa sejumlah uji coba rudal Korea Utara baru-baru ini melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
NATO juga menyalahkan Rusia atas runtuhnya perjanjian itu dan berjanji untuk menanggapinya dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab atas penyebaran rudal jelajah Moskow.