Korea Utara (Korut) menembakkan rudal balistik jarak pendek sebanyak dua kali ke arah lepas pantai timur, pada Jumat (2/8).
Kim Jong Un dilaporkan mengawasi langsung uji coba rudal, yang diluncurkan dua kali dalam tempo waktu satu minggu.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo berharap pembicaraan nuklir dengan Korea Utara, dapat dimulai kembali dalam waktu cepat.
Korea Utara (Korut) kembali menembakkan dua rudal balistik jarak pendek di lepas pantai timur, pada Rabu (31/7) pagi.
Serangan itu menghantam gudang yang digunakan untuk menyimpan peluncur rudal balistik yang dibawa dari Iran baru-baru ini.
Meskipun Pyongyang menyebut tes itu sebagai peringatan keras terhadap tetangga koreanya, Trump mengatakan, rudal tersebut merupakan peluru kendali jarak dekat yang banyan dimiliki negara lain.
Iran belum mengkonfirmasi uji coba rudal itu, tetapi berulang kali mengatakan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain, dan doktrin pertahanannya didasarkan pada pencegahan.
Korea Utara melakukan uji coba dua rudal balistik jarak pendek baru pada Kamis (25/7). Uji coba tersebut merupakan pertama kali sejak Kim Jong un dan Presiden AS, Donald Trump sepakat melakukan denuklirisasi bulan lalu.
Korea Utara menembakkan dua rudal jarak pendek ke Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
Ini merupakan rudal pertama yang diluncurkan Korut dalam lebih dari dua bulan terakhir