Zarif mengatakan, senjata kimia hanya dikutuk jika diduga digunakan oleh musuh
Pemerintah Suriah menyerukan PBB untuk mengutuk pemberontak oposisi setelah lusinan orang terluka dalam serangan kimia di Aleppo.
State News Agency mengatakan lebih dari 100 orang dilarikan ke rumah sakit, akibat terkena gas beracun
Rusia menuding kelompok pemberontak Suriah membombardir ibukota Alleppo dengan peluru berisi gas klorin.
Suriah terjebak dalam perang sipil yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim Presiden Bashar Al-Assad menindak keras protes pro-demokrasi.
Pengiriman sistem pertahanan udara S-300 Rusia ke Suriah tidak menjamin 100 persen negara itu aman dari serangan Israel.
Langkah Gedung Putih tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan AS untuk mengganggu ketertiban, keamanan dan perdamaian di Timur Tengah.
Rezim Bashar al-Assad dan sekutunya di Suriah masih terus melanggar kesepakatan Sochi dengan menyerang zona de-eskalasi Idlib.
Perusahaan Rusia dan Iran harus dilarang mengambil bagian dalam rekonstruksi selama rezim Assad tetap berkuasa.
Turki telah menolak tuduhan pemerintah Suriah bahwa mereka tidak memenuhi kewajibannya di bawah perjanjian untuk menciptakan zona demiliterisasi di sekitar wilayah Idlib yang ditentang oposisi.