Aktivis dan biarawan serta kelompok-kelompok politis nasionalis berkumpul di luar kedutaan Thailand di Yangon.
Korban penindasan terhadap muslim Rohingya oleh pemerintah Myanmar kabarnya terus bertambah. Laporan terbaru dari badan PBB mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah lebih dari 1.000 korban tewas.
Dengan kondisi itu, minoritas Rohingnya terbuang dari Myanmar. Hidupnya berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena tidak seorang pun menginginkan mereka.
Namun PBB pernah memperkirakan harga eceran satu butir pil ekstasi adalah sekitar US$2 atau sekitar Rp26.000.
Human Right Watch menyerukan agar Myanmar menghukum tentara dan komandan yang mengizinkan anak buahnya memperkosa dan melakukan pelecehan seksual terhadap wanita serta anak perempuan muslim Rohingya
Etnis mayoritas memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan perlindungan baik itu pada bahasa, budaya serta adat istiadat etnis minoritas.
Bagi masyarakat muslim Myanmar, Ko Ni dikenal sebagai figur Muslim ternama di negara yang mayoritasnya beragama Buddha itu.
Tindak pencegahan eksplotasi anak di bawah umur menjadi perhatian khusus Plan International Indonesia. SEAS merupakan program pembinaan khusus yang diperuntukkan bagi anak-anak migran dari Kamboja, Myanmar, dan Laos.
Pada 2016, Imigrasi Palembang telah mengamankan 33 orang WNA yang berasal Tiongkok, Myanmar, Malaysia, dan Banglades.
Aparat kepolisian terlihat meminta warga yang masih dalam rumah untuk segera keluar dan kemudian dikumpulkan di lapangan.