Korea Utara mengatakan akan meluncurkan satelit pengintaian militer pertamanya antara 31 Mei dan 11 Juni untuk meningkatkan pemantauan aktivitas Amerika Serikat (AS).
Wakil Ketua Komisi Militer Pusat dari Partai Buruh, Ri Pyong Chol mengecam latihan militer bersama oleh As dan Korea Selatan secara terbuka menunjukkan ambisi sembrono untuk agresi.
Korea Utara juga telah melakukan serangkaian uji coba rudal dan senjata dalam beberapa bulan terakhir, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat yang baru.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Pyongyang akan melanggar hukum internasional jika meluncurkan satelit mata-mata militer.
Keberhasilan peluncuran satelit pengintaian militer merupakan persyaratan mendesak dari lingkungan keamanan negara yang berlaku
Pyongyang mengatakan minggu ini bahwa pihaknya siap meluncurkan satelit mata-mata militer pertamanya.
Peningkatkan kemampuan pengintaian negara itu adalah prioritas utama untuk melawan "ancaman" dari Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.
Dugaan kerugian negara tersebut didapatkan dari laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara
KPK melelang barang hasil rampasan milik terpidana korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT), Lissa Rukmi Utari.
Kementan Prediksi Masa Panen Raya Padi Mulai Februari 2023.