Taxi Alsintan merupakan program penyediaan alsintan secara mandiri melalui fasilitasi bantuan KUR (Kredit Usaha Rakyat,- red) sehingga petani bisa dengan mudah memiliki alsintan tanpa harus lagi mengandalkan bantuan pemerintah.
Taxi Alsintan ini merupakan program yang diinisiasi langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo agar petani dan pelaku usaha di sektor pertanian bisa melakukan pengadaan alsintan secara mandiri melalui fasilitasi KUR.
program penyaluran KUR dari Bank DKI menyasar pelaku UMKM di wilayah operasional Bank DKI, seperti debitur eksisting, anggota JakPreneur dan Pedagang Perumda Pasar Jaya.
Penggunaan KUR bisa membuat pelaku usaha menjadi lebih berkembang dan bisa membuka banyak lapangan kerja.
Fasilitas KUR mampu memberi dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemanfaatan KUR paling besar oleh subsektor perkebunan kemudian diikuti oleh tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan.
Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengapresiasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian yang digulirkan Kementerian Pertanian selama beberapa tahun terakhir.
Pendampingan usaha peternakan juga perlu terus dilakukan dalam memberdayakan kelompok peternak. Misalnya, optimalisasi produksi ternak, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program kemitraan atau skema kredit lain yang terjangkau peternak.
Terkait usaha peternakan terdapat realisasi kombinasi pertanian/perkebunan dengan peternakan (mix-farming) sebesar Rp 5,26 triliun untuk 204.682 debitur.