Dalam rangka pengamanan aksi elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR RI, kami melibatkan sejumlah 2.678 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI dan Instansi terkait.
(Prestasi ini adalah) suatu kebanggaan bagi kami. Ke depan, akan kami evaluasi tentunya untuk peningkatan (kualitas) kunjungan-kunjungan edukasi parlemen ini (agar) bisa memberikan pendidikan politik bagi generasi muda masyarakat tentang keparlemenan.
Selama ini kami sudah banyak mendengarkan sebetulnya, keluhan-keluhan Masyarakat. Misalnya dalam proses seleksi yang aturannya terlalu ribet, gitu ya.
Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan DPR RI telah menerima tiga pucuk surat dari Presiden RI.
Kami akan dorong Menteri Pendidikan untuk mengangkat bukan hanya guru honorer menjadi tenaga pendidik, melainkan juga diangkat menjadi ASN, PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dari pustakawan.
Kami (Komisi IX) menekankan kepada seluruh kementerian dan lembaga, jadi bukan hanya BKKBN saja (leading), tapi seluruhnya dapat terlibat. Hal ini melibatkan banyak pihak dan kita harus semangat.
Apakah pemerintah akan meneruskan kembali pembahasan RUU itu untuk menjadi undang-undang atau pemerintah menolak, itu yang kami belum tahu sampai hari ini.
Kami mengapresiasi Gelar Ekonomi Rakyat yang diadakan P3S ini. Karena selain untuk meningkatkan silaturahim antara para pensiunan yang tergabung dalam P3S.
Turunkan harga beras, turunkan harga sembako, tolak kenaikan tarif BBM dan tol. Kami juga menuntut Presiden Jokowi turun dari jabatannya.
Kami berpandangan bahwa Komisi Palestina harus menjadi komisi terkuat di lembaga (APA) ini, dalam situasi seperti ini dan pernyataannya harus didengarkan dan lebih aktif dibandingkan komite lainnya dalam situasi seperti ini.