Calon gubernur (Cagub) petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak pernah menganggap Nusron Wahid sebagai Ketua Tim Pemenangan Pilkada DKI Jakarta.
Sebagaimana yang terjadi di Golkar dan PDIP, perlawanan sejumlah kader untuk tidak mendukung Ahok-Djarot juga terjadi di Hanura.
Sebagaimana yang terjadi di Golkar dan PDIP, perlawanan sejumlah kader untuk tidak mendukung Ahok-Djarot juga terjadi di Hanura.
Keinginan PDIP untuk membentuk tim pemenangan sendiri guna memenangkan pasangan Ahok-Djarot dapat menimbulkan masalah karena dianggap liar.
DKI Jakarta memiliki perekonomian yang lebih maju dibanding provinsi lain, maka kelas menengahnya pun lebih banyak dan berpengaruh.
Jumlah perolehan suara partai pendukung calon gubernur (Cagub) tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017.
Lamhot Sinaga beralasan pihaknya meminta Nusron berhenti dari ketua tim pemenangan Ahok karena yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala BNP2TKI.
Penolakan sejumlah kader partai terhadap pencalonan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI membuat kerja mesin partai pengusung bermasalah.
Ketua DPP Gerindra Habiburrakhman mengatakan kekuatan dukungan terhadap pasangan cagub-cawagub petahana Ahok-Djarot perlahan semakin menyusut.
Partai yang mengaku Soekarnois dan peduli terhadap wong cilik mendapat kritikan terkait dukungan terhadap calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta.