Nasir menyebut daya saing Indonesia cukup rendah yaitu di peringkat 36 dari 137 negara.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) menanggapi rencana Menristekdikti untuk mengawasi account media sosial mahasiswa dan dosen sebagai bentuk perilaku paranoid.
Cara-cara pemerintah dengan mengawasi kampus dan dosen dianggap mencederai demokrasi dan merusak upaya membangun penguatan masyarakat sipil.
Hal ini terjadi karena pengawasan terhadap aktivitas dosen dan mahasiswa oleh para rektor masih tergolong lemah.
Menurut Nasir, kampus memang mimbar akademik. Namun dia tak menolerir jika terdapat aktivitas yang mengancam keamanan nasional
Seluruh calon mahasiswa penghafal kitab suci dari agama manapun, berpeluang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa melalui proses seleksi
Nasir menyerukan kepada seluruh rektor perguruan tinggi, supaya mengawasi kegiatan mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus
Hanya dengan upaya itulah, kata Menristekdikti, kampus bisa mencegah dan menekan radikalisme yang kerap menghinggapi mahasiswa hingga dosen.
Hadir pula dalam acara itu Menpora Imam Nachrawi, Menristekdikti Mohamad Nasir, anggota MPR Fraksi PKB Abdul Karding, Arzenti Bilbina, dan Syaiful Bachri.
Prof. Daniel M. Rosyid menyebut, putusan PTUN mencederai amanat konstitusi.