Kim Jong un belakangan ini sering melakukan tindakan pengamanan untuk rakyatnya di tengah ancaman perang nuklir.
Teheran akan terus memproduksi rudal demi tujuan pertahanan, dan tidak melihatnya program pengembangan rudal tersebut melanggar kesepakatan internasional
Seorang diplomat senior Korea Utara mengulangi ancaman rezim tersebut untuk melakukan uji coba nuklir berikutnya di Pasifik minggu ini.
Uji coba rudal balistik itu, berselang sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan Rusia menghalangi usaha Amerika Serikat menyingkirkan senjata nuklir Korea Utara
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian wanita dari berbagai negara mendesak sekretaris jenderal PBB agar terjung langsung menyelesaikan konflik di semenanjung korea
Korea Selatan berencana mengembangkan rudal permukaan kepermukaan paling kuat yang pernah ada diambang perang dunia ke tiga.
Di antara mereka yang disetujui adalah direktur dan wakil direktur Komando Keamanan Militer, wakil menter Kementerian Keamanan Rakyat dan menteri tenaga kerja.
Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan bulan lalu Pyongyang mempertimbangkan melepskan ledakan paling kuat dari bom hidrogen di atas Samudra Pasifik
Perundang-undangan tersebut dinamai Otto Warmbier, seorang mahasiswa University of Virginia yang ditangkap dan dipenjara saat mengunjungi Korea Utara pada tahun 2016
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan, Pyongyang dapat membuat senjata 13 jenis agen biologis dalam waktu 10 hari.