Sebaiknya BPIP lebih mendorong Pancasila menjadi ilmu untuk publik agar viral didiskusikan dan dibahas,
Pengunduran diri Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif menunjukkan ada masalah di internal. Sebab, Yudi mengundurkan diri setelah polemik soal besaran gaji pejabat BPIP.
Mahyudin mengaku tidak mengetahui secara persis penyebab Yudi Latif mundur dari BPIP.
Ditengah polemik gaji pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mencapai hingga ratusan juta Rupiah, Yudi Latif mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala BPIP.
Pria yang menjabat sebagai kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sejak Juni tahun lalu itu, tiba-tiba mengundurkan diri
Gaji BPIP yang menjadi polemik beberapa waktu lalu lahir dari pertimbangan dan kalkulasi antara Menkeu dan MenPAN-RB
Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri mendapat gaji sebesar Rp112 juta. Hal itu berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 42/2018 mengenai besaran gaji yang diterima para pejabat BPIP.
Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 42/2018 mengenai besaran gaji yang diterima para pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menuai kritikan. Dimana, besaran gaji tersebut melukai perasaan rakyat.